Ketua Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bidang Da’wah dan Pengembangan Pesantren, H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) menegaskan, saat ini setidaknya ada tiga musuh besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Yakni, ancaman kebhinekaan, kebodahan dan kemiskinan.

”Menurut Ansor, musuh besar yang dihadapi bangsa ini ada tiga. Semua komponen bangsa harus bersatu padu untuk menghadapinya,” tegas Gus Tutut, saat membuka acara Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara, Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Rembang, kemarin malam, di halaman MTs-MA Arohman I Bulu, Rembang, Jawa Tengah.

Gus Tutut yang juga mantan Wakil Bupati Rembang itu mengatakan, ancaman terhadap eksistensi kebhinekaan bangsa makin nyata. Saat ini banyak orang yang suka memaksakan kehendaknya. Orang lain yang punya pandangan berbeda dianggap salah.

Begitu juga, dalam memahami agama juga mulai ada upaya pemaksaan pemahaman. Orang lain yang pemahamannya berbeda dianggap salah dan kafir. Kelompok ini jelas menjadi ancaman nyata bagi eksisten kebhinekaan.

”Banser harus tetap menjaga kebhinekaan. Yakni, menjunjung tinggi sikap tasamuh (toleransi) terhadap perberbedaan pemahaman,” ungkapnya.

Selain ancaman kebhinekaan, bangsa ini juga menghadapi ancaman kebodohan. Saat ini masih banyak warga masyarakat yang belum bisa mengenyam pendidikan secara memadahi karena mereka tidak mampu membayar. Sedangkan negera belum mampu menggratiskan biaya pendidikan secara penuh karena uang negara banyak dikorupsi oleh oknum-oknum pejabat.

Musuh lainnya adalah masalah kemiskinan. Berdasarkan sebuah data, masih ada sekitar 60 juta orang yang hidup dalam kondisi miskin.  Dari jumlah itu sebagian besar tinggal di pedesaan di Pulau Jawa.

”Ansor dan Banser siap membantu pemerintah untuk memerangi tiga musuh bangsa tersebut,” tandasnya.  (www.nu.or.id/07/04/2012)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *