Ada pesan penting dari kalangan GP Anshor, sebagaimana dinyatakan Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Anshor Koordinator Wilayah Jawa Tengah, KH Yaqut Cholil Qoumas, yakni mendesak aparat keamanan bertindak tegas terhadap organisasi kemasyarakatan atau Ormas garis keras yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami warga NU (Nahdlatul Ulama) bahkan tidak sekadar meminta atau menyarankan, tetapi akan berdiri di balik petugas, terutama Densus 88 melawan mereka. Kapan saja aparat meminta kami untuk terjun menumpas teroris dan ormas garis keras, kami siap,” katanya di Pemalang, Senin (9/9).

Sikap tersebut disampaikan Yaqut dan para kiai NU dalam Halaqoh Kiai dan Ulama Muda Se-Jawa Tengah di Pondok Pesantren Mislakhul Mu’taallimin, Desa Karangtengah, Kecamatan Warungpring, Pemalang.

Para ulama muda NU meminta aparat bertindak cepat memberantas teroris dan ormas garis keras, karena keberadaan mereka tidak hanya mencederai umat Islam, tetapi juga sudah mengancam stabilitas dan keutuhan NKRI.

NU, kata dia, merasa terpanggil untuk membantu negara demi menjaga stabilitas keamanan nasional.

Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Tutut mengajak warga NU bersiap (“cancut taliwanda”) sebagai upaya membentengi keutuhan NKRI dari semua ancaman bahaya.

“Demi keutuhan NKRI, warga NU siap berjihad mempertaruhkan jiwa dan raga. Ini sudah menjadi tekad dan harga mati,” kata Gus Tutut pada acara bertema ‘Menumpas Terorisme dengan Deradikalisasi Agama’.

Wakil Katib Am Syuriah PB NU KH Yahya Cholil Staquf juga mengamini pendapat dan sikap Ansor Jateng.

Ditegaskannya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa berdiri sendiri, karena antarpulau di Nusantara ini saling terkait dan membutuhkan.

“Papua, tidak mungkin mandiri tanpa Jawa. Demikian Jawa, sulit hidup tanpa Kalimantan. “Begitu seterusnya. Kita ini satu kesatuan dan harus dijaga,” paparnya lagi.

Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Adnan Anwar menegaskan, peran agama sangat penting dalam mendukung pemberantasan terorisme dan ormas garis keras.

“Kalau mereka memahami arti agama yang sesungguhnya seharusnya bisa menghindari tindakan kekerasan, karena Islam itu rahmat bagi semesta alam,” demikian Adnan Anwar. (solusinews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *